Soal Izin Tambang Pasir, Warga Paseban Bisa Menggugat Pemerinta

DR. Nurul Gufron

DR. Nurul Gufron

Jember-<suarasahabat.com> Proses perizinan penambangan pasir besi di Desa Paseban Kencong yang diterbitkan oleh Pemkab Jember bisa dibatalkan jika terbukti melanggar hukum.

Demikian ditegaskan oleh pakar hukum Universitas Jember, DR. Nurul Gufron dalam diskusinya dengan suarasahabat.com, Jum`at (13/08/2013).

Ghufron menjabarkan jika pihak investor PT Agtika Dwi Sejahtera sudah mengantongi perizinan lengkap, secara formil pihak investor sudah memiliki dasar hukum untuk melakukan operasi tambang.

Tetapi, jika dalam pelaksanaannya ada penolakan dari warga, pihak investor harus melakukan pendekatan kembali kepada warga khususnya menjelaskan dampak negatif yang selama ini dikhawatirkan.

”Itu persoalan sosial, maka harus dilakukan pendekatan sosial dengan memberi pemahaman, ujarnya.

Namun demikian, jika sebagian besar masyarakat desa Paseban benar-benar menolak izin tambang, Ghufron justru mempertanyakan adanya izin HO yang sudah dikeluarkan oleh pemkab Jember tersebut.

“Bagaiaman bisa izin H-O diterbitkan, sedangkan masyarakat menolaknya, ada apa dengan proses terbitnya izin itu?” ungkapnya.

Dari fakta hukum itu, Bisa saja proses peretbitan izin yang dikeluarkan oleh Pemkab tidak sesuai aturan hukum, diantaranaya seperti pemalsuan tandatangan atau bentuk pelanggaran hukum lainnya.

Karenanya, warga Paseban bisa menggugat ke Pegadilan Negeri jember apabila terbukti secara materil ada pelanggaran hukumnya. Gufron berpendapat, meskipun masyarakat tidak bisa menggugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena waktu 90 hari setelah izin terbit sudah terlewati, namun masyarakat masih bisa melakukan gugatan hukum pidana maupun perdata di pengadilan negeri setempat.

Jika dalam putusan hukum itu, terbukti ada pelanggaran hukum maka masyarakat bisa mendapatkan ganti rugi dan izin tambang pasir besinya dibatalkan.(Ul)

Subscribe

Berlangganan berita terbaru suarasahabat.com silahkan submit email anda dibawah ini:

No Responses

Leave a Reply